KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

SADIS !! Kejamnya Mahasiswa di Kediri Bunuh Janda Lalu Disemen Dalam Tong

Diterbitkan Sabtu, 22, Juni, 2024 by Korps Nusantara

Kejamnya Mahasiswa di Kediri Bunuh Janda Lalu Disemen Dalam Tong

Evakuasi mayat dalam di Kota Kediri (Foto: dok. TransTV)

KEDIRI – Bulu kuduk Eka dan Ahdiyat langsung merinding saat membuka sebuah tong di sekitar kandang ayam. Mereka melihat sesosok mayat meringkuk dalam tong tertimbun pasir dengan bekas adukan semen yang bercampur dengan ceceran darah yang terus dikerubungi lalat.
Bau busuk yang dicari-cari keduanya sejak tadi ternyata berasal dari tong yang berada di halaman belakang rumah Ibad, tetangganya. Niat memberi makan ayam mereka urungkan dan memilih melaporkan penemuan itu ke polisi.

Tak lama, sejumlah polisi telah tiba di rumah yang beralamat di Lingkungan Bandar Ngalim, Kelurahan Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri itu. Saat dikeluarkan, diketahui mayat itu berjenis kelamin perempuan dengan pakaian masih lengkap. Di Lansir Dari Detikjatim

Belakangan diketahui, perempuan tersebut bernama Eko Rofita (32) alias Vita warga Dusun Kapurejo, Pagu, Kediri. Terungkapnya identitas janda beranak 2 ini setelah orang tuanya yang merasa kehilangan beberapa hari ini datang ke lokasi melihat dan memastikan mayat.

Penemuan mayat dalam tong ini terjadi pada Sabtu 15 Maret 2014. Beberapa jam setelah penemuan mayat ini, polisi lalu meringkus Ibad yang merupakan penghuni rumah ditemukannya mayat. Mahasiswa kampus swasta di Kediri itu lalu digiring ke kantor polisi.

Penangkapan Ibad ini setelah pemeriksaan sejumlah saksi dan penemuan barang-barang milik Vita seperti motor dan sejumlah handphone yang ditemukan di rumah Ibad. Selama ini Vita memang diketahui kerap berdua dengan Ibad. Ini karena mereka adalah partner bisnis jual beli barang-barang melalui online.


Mayat dalam tong Kediri Foto file: Andhika Dwi

BACA JUGA:

Diduga Saling Cek Cok Adik Nekat Menebas Kakak Kandung Dengan Sebilah Parang Hingga Tewas 

Siswi SMK OKU Timur Sempat Hilang, Ditemukan Tewas di Kebun Karet

INNALLILAHI: Porsche Tabrak Truk di Dekat GT Kuningan 2 Dini Hari Tadi, Pengemudi Tewas

Di hadapan penyidik, Ibad akhirnya mengaku telah membunuh Vita. Pria kelahiran 1992 ini membunuh Vita karena sakit hati dengan perkataan dan perbuatan Vita yang dianggap sudah tak mempercayainya sebagai rekan bisnisnya.

Petaka pembunuhan Vita itu berawal pada Rabu 13 Maret 2014. Saat itu Ibad diminta tolong mengantarkan Vita ke sebuah kantor finance. Keduanya kemudian berangkat dengan mengendarai motor milik Vita menuju kantor finance di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Usai mengantarkan, Ibad merasa kehilangan dompetnya karena diduga terjatuh. Ia lalu berniat meminjam motor Vita. Namun ditolak oleh Vita dengan berkata kalau hendak mencari dompet dengan motornya harus dengan dirinya.

Ungkapan Vita ini lah yang memicu Ibad sakit hati. Ibad merasa Vita sudah tak percaya kepada dirinya lagi bahkan untuk urusan sepele sekadar meminjamkan motor. Dari sini, Ibad terlintas untuk membunuh Vita.

Sepulang dari kantor finance itu, Vita lalu mengantarkan Ibad pulang. Namun sakit hati Ibad masih membekas. Tak lama, ia lalu menghubungi Vita untuk bertemu dengan rencana hendak membunuhnya.

Saat itu, ia mengundang Vita ke rumahnya. Ia menyebut pamannya yang bernama Syaifudin hendak bertemu untuk membicarakan pembayaran mobil yang masih belum lunas. Alasan Ibad ini sebenarnya hanya akal-akalan Ibad saja agar Vita bersedia datang ke rumahnya.

Benar saja, Vita datang ke rumah Ibad dan menanyakan pamannya. Ibad lalu mempersilahkan Vita untuk masuk rumah dahulu. Saat sedang mengobrol di dalam rumah ini lah, Ibad lalu mencekik leher Vita sekuat tenaga.

Vita sempat melawan yang kemudian didorong ke dalam kamar Ibad. Vita yang merasa terancam lalu berteriak yang kemudian dibungkam. Vita melawan lagi, kali ini dengan menggigit jari Ibad yang membekapnya.

Mendapati jarinya digigit, Ibad lalu membenturkan kepala Vita dan kemudian dicekik lagi. Vita yang lemas kemudian jatuh pingsan. Leher Vita lalu dijerat dengan sarung, kabel dan tali untuk memastikan tewas.

Khawatir belum tewas, Ibad lalu membuka jeratan di leher Vita. Kali ini Ibad menyeret ke belakang rumah. Di sana, ia lalu membawa tong dan memasukkan tubuh Vita ke dalamnya dengan posisi kepala di bawah.

Ibad yang masih kalap kemudian menimbun dengan pasir dan menyemen tong berisi tubuh Vita tersebut. Bahan material ini kebetulan ada di sekitar kandang halaman belakang rumahnya.

Usai membunuh, sejumlah barang-barang milik Vita seperti motor Honda Vario nopol AG 5419 FK, Blackberry, smartphone Advan, BPKB motor. Tak terkecuali dompet milik Vita yang saat itu berisi uang Rp 500 ribu. Selanjutnya Ibad keluar rumah dan langsung ditangkap saat pulang.Minggu 16 Maret 2014, Ibad segera dihadirkan dalam jumpa pers yang dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota saat itu AKBP Budhi Herdi. Atas perbuatannya, Ibad dijerat dengan Pasal 339 KUHP. Tampak Ibad sesekali menangis karena menyesali perbuatannya.

Selasa 23 September 2014, Ibad divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kediri dengan hukuman 15 tahun pidana penjara. Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa.

“Menyatakan terdakwa Ahmad Zainul Ibad bin Thoifur tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan yang diikuti dengan tindak pidana lain sebagaimana dalam dakwaan primer. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 15 tahun” kata hakim ketua Ricky Fardinand saat membacakan amar putusannya. ( * )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *