KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

Anggota Geng Motor Tewas Bersimbah Darah Di Bandung

Diterbitkan Rabu, 29, Mei, 2024 by Korps Nusantara

Ilustrasi

BANDUNG – Seorang pemuda menjadi korban penusukan hingga tewas di Jalan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa 28 Mei sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami penusukan berulang kali hingga tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan depan sebuah ruko di Jalan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung. Korban terlihat mengenakan jaket salah satu geng motor dengan tubuh dipenuhi tato.

Peristiwa penusukan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otto Iskandardinata, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Seorang laki-laki berinisial AK, berusia 18 tahun, ditusuk beberapa kali, kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Soreang, Kompol Ivan Taufik, Rabu 29 Mei.

BACA JUGA:

Polisi Ekshumasi Korban Pembunuhan Pelajar di Bandung

KA Cepat Argo Wilis Surabaya-Bandung Sambar Mini Bus Tewaskan 1 Wanita

Warung Seblak Orang Bandung Asli di Padang

Menurut Ivan, pelaku berjumlah tiga orang, tetapi diduga penusukan dilakukan hanya oleh satu orang. Hal ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah kepolisian, mendatangi TKP, memberikan garis polisi, dan mencari saksi-saksi di TKP,” kata Ivan.

Ivan menambahkan, tim Inafis Satreskrim Polresta Bandung telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Bersama Satreskrim Polresta Bandung, jajaran Polsek Soreang juga tengah menyelidiki kasus penusukan tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan pencarian dan pengejaran pelaku, sedangkan korban dibawa ke RS Sartika Asih Bhayangkara Polda Jabar untuk dilakukan autopsi,” tuturnya.

Terkait keterkaitan pelaku dengan korban, Ivan menegaskan pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif penusukan tersebut.

“Informasi awal menunjukkan korban mendatangi lokasi ini. Apakah itu janjian dengan seseorang atau tidak, kami tetap akan mendalami motif baik kedatangan korban maupun kedatangan para pelaku ke sini untuk melakukan penusukan,” pungkasnya. ( voi  )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *