KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

Workshop Halal Mitra Go Food Resmi Dibuka Wamenag Syaiful

Diterbitkan Selasa, 8, Agustus, 2023 by Korps Nusantara

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia H. Syaiful Rahmat Dasuki saat pidato di acara Pelatihan dan sosialisasi sertifikasi halal di Hotel Asley Wahid Hasyim Jakarta.

Korpsnusantara, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Syaiful Rahmat Dasuki menghadiri pelatihan dan sosialisasi halal yang digelar Gojek di Hotel Asley Jl. K.H. Wahid Hasyim Gondangdia Jakarta Pusat Selasa, (8/8/2023).

Dalam kesempatan ini Wamenag Syaiful hadir sekaligus membuka Workshop Halal Mitra Go Food yang diselenggarakan oleh Lazisnu dan bekerja sama dengan PT Gojek yang dihadiri oleh mitra Gojek.

PT. Gojek yang diwakili Ibu Sinto Nugroho mengatakan bahwa PT. Gojek Indonesia Goto merupakan ekosistem yang tumbuh dikalangan UMKM yang mampu memberikan solusi dalam dunia digitalisasi. Ada sekitar 17, 7 juta pelaku UMKM yang tergabung dalam Goto.

“Kami meyakini dalam sertifikasi halal bisa mendukung pelaku UMKM”, ungkapnya.

Goto juga bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdatul Ulama (LAZISNU) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mengedukasi halal kepada para pelaku UMKM.

Tujuan dari kegiatan pelatihan dan sosialisasi sertifikasi halal ini Goto berharap bisa menyadarkan para mitra untuk meningkatkan kesadaran bahwa tidak hanya kuliner tapi produk lainnya betapa pentingnya sertifikasi halal.

Wamenag Syaiful bersama LAZISNU dan PT Gojek

Selanjutnya Wamenag Syaiful mengungkapkan sambutan baiknya dan mengapresiasi bentuk kerjasama antara Goto dan LAZISNU untuk mengaplikasikan produk halal sehingga Indonesia menjadi visi ekonomi syariah dunia.

“Ekonomi syariah menjadi hal yang penting ditengah ekonomi global yang pasang surut hari ini dimana perubahan ekonomi dari Amerika ke negara Tiongkok akan menjadi tantangan ekonomi syariah hari ini”, ungkapnya saat berpidato.

Menurutnya sertifikasi halal adalah bagian dari ekonomi syariah sehingga kerjasama antara pemerintah dan PT Goto menjadi landasan untuk meningkatkan ekonomi syariah.

“Untuk menjalankan amanah undang-undang, pelaku usaha dari pelaku usaha kecil dan pelaku usaha besar menjadi bagian yang terpenting dan wajib untuk meningkatkan ekonomi syariah”, tegasnya.

Ada 3 kelompok sertifikasi halal:
1. Makam dan minuman
2. Jasa penyembelihan bahan baku
3. Bahan pengelolaan makanan dan minuman.
Melalui UU nomor 6 Tahun 2023 ini ada 2 skema dalam sertifikasi halal yaitu Prosedural melalui mekanisme halal pada laboratorium dan auditor halal serta fatwa halal yang berlaku pada perusahaan – perusahaan besar.
Prosedural melalui pernyataan halal dari pelaku mikro ekonomi kecil atau UMKM akan tetapi harus didampingi oleh penyelia halal dan ini gratis.

Kemenag melalui BPJPH terdapat program sertifikasi halal gratis dengan target 10 juta pelaku usaha mikro bersertifikasi halal.

“Melalui kegiatan ini kita berharap semua berperan dalam berkampanye untuk melakukan sertifikasi halal pada pelaku usaha UMKM”, jelasnya.

“Saya mengapresiasi pihak Gojek atas dukungannya dalam berperan aktif dalam penyelenggaraan program sertifikasi halal pada pelaku usaha mikro atau UMKM, mari kita bergandengan tangan untuk produk halal dan menjadi ekonomi syariah secara global “, pungkasnya.

Korpsnusantara, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Syaiful Rahmat Dasuki menghadiri pelatihan dan sosialisasi halal yang digelar Gojek di Hotel Asley Jl. K.H. Wahid Hasyim Gondangdia Jakarta Pusat Selasa, (8/8/2023).

Dalam kesempatan ini Wamenag Syaiful hadir sekaligus membuka Workshop Halal Mitra Go Food yang dihadiri oleh mitra gojek.

PT. Gojek yang diwakili Ibu Sinto Nugroho mengatakan bahwa PT. Gojek Indonesia Goto merupakan ekosistem yang tumbuh dikalangan UMKM yang mampu memberikan solusi dalam dunia digitalisasi. Ada sekitar 17, 7 juta pelaku UMKM yang tergabung dalam Goto.

“Kami meyakini dalam sertifikasi halal bisa mendukung pelaku UMKM”, ungkapnya.

Goto juga bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdatul Ulama (LAZISNU) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mengedukasi halal kepada para pelaku UMKM.

Tujuan dari kegiatan pelatihan dan sosialisasi sertifikasi halal ini Goto berharap bisa menyadarkan para mitra untuk meningkatkan kesadaran bahwa tidak hanya kuliner tapi produk lainnya betapa pentingnya sertifikasi halal.

Selanjutnya Wamenag Syaiful mengungkapkan sambutan baiknya dan mengapresiasi bentuk kerjasama antara Goto dan LAZISNU untuk mengaplikasikan produk halal sehingga Indonesia menjadi visi ekonomi syariah dunia.

“Ekonomi syariah menjadi hal yang penting ditengah ekonomi global yang pasang surut hari ini dimana perubahan ekonomi dari Amerika ke negara Tiongkok akan menjadi tantangan ekonomi syariah hari ini”, ungkapnya saat berpidato.

Menurutnya sertifikasi halal adalah bagian dari ekonomi syariah sehingga kerjasama antara pemerintah dan PT Goto menjadi landasan untuk meningkatkan ekonomi syariah.

“Untuk menjalankan amanah undang-undang, pelaku usaha dari pelaku usaha kecil dan pelaku usaha besar menjadi bagian yang terpenting dan wajib untuk meningkatkan ekonomi syariah”, tegasnya.

Ada 3 kelompok sertifikasi halal:
1. Makam dan minuman
2. Jasa penyembelihan bahan baku
3. Bahan pengelolaan makanan dan minuman.
Melalui UU nomor 6 Tahun 2023 ini ada 2 skema dalam sertifikasi halal yaitu Prosedural melalui mekanisme halal pada laboratorium dan auditor halal serta fatwa halal yang berlaku pada perusahaan – perusahaan besar.
Prosedural melalui pernyataan halal dari pelaku mikro ekonomi kecil atau UMKM akan tetapi harus didampingi oleh penyelia halal dan ini gratis.

Kemenag melalui BPJPH terdapat program sertifikasi halal gratis dengan target 10 juta pelaku usaha mikro bersertifikasi halal.

“Melalui kegiatan ini kita berharap semua berperan dalam berkampanye untuk melakukan sertifikasi halal pada pelaku usaha UMKM”, jelasnya.

“Saya mengapresiasi pihak Gojek atas dukungannya dalam berperan aktif dalam penyelenggaraan program sertifikasi halal pada pelaku usaha mikro atau UMKM, mari kita bergandengan tangan untuk produk halal dan menjadi ekonomi syariah secara global “, pungkasnya.*(waké)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *