KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

2.981 Guru Honorer di Kabupaten Bogor Resmi Diangkat Sebagai PPPK

Diterbitkan Jumat, 7, Juli, 2023 by Korps Nusantara

2.981 Guru Honorer di Kabupaten Bogor Resmi Diangkat Sebagai PPPK

NKRIPOST.CO, BOGOR – Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar di Kabupaten Bogor ketika sebanyak 2.981 guru honorer resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK). Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, secara langsung menyerahkan SK tersebut dalam acara yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong Kabupaten Bogor pada Rabu, (7/7/2023).

“Selamat bergabung sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ini merupakan wujud komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di Bumi Tegar Beriman”, ujar Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan pun, juga berharap, agar guru-guru PPPK dapat bekerja dengan lebih kreatif dan inovatif, dan terutama tentunya dalam menghadapi perkembangan serta teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pada saat ini.

“Ikuti terus perkembangan kompetensi untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Kabupaten Bogor”, pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Hartono Anwar, juga mengungkapkan bahwa, hari ini dapat melaksanakan penyerahan SK kepada sekitar 2.981 guru PPPK. Selain itu, ada acara untuk persembahan pengambilan sumpah jabatan sebagai PPPK.

“Pegawai PPPK dari sekolah Negeri maupun Swasta telah bersatu di bawah satu payung, yakni PPPK. Diharapkan dengan pengangkatan ini, para guru akan merasa lebih nyaman dan dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik, dikarenakan merasa sejahtera. Insya Allah harapan Bupati Bogor teruntuk mereka yang diangkat sebagai guru atau PPPK dapat merasa lebih nyaman dan sejahtera dalam menjalankan tugasnya. Bagi guru tersebut yang belum diangkat, kami juga telah mengajukan formasi sesuai dengan arahan Plt Bupati dan sedang menunggu petunjuk dan jumlah formasi dari Pemerintah Pusat”, tambah Hartono Anwar.

Dilokasi yang sama, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, Amsohi, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bogor atas pengangkatan rekan-rekan guru honorer untuk meningkatkan status mereka menjadi guru PPPK.

“Kami mengucapkan terima kasih dan rasa bangga yang besar kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, terutama kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, dan Sekretaris Dinas Hartono Anwar, yang menghargai jasa para guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor”, ungkap Amsohi.

Amsohi juga menyampaikan rasa syukurnya karena rekan-rekannya akhirnya mendapatkan kepastian dan menerima SK PPPK Guru setelah menantikan waktu yang cukup lama.

Pengangkatan guru honorer tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Dengan meningkatnya status mereka menjadi PPPK, diharapkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut dapat semakin ditingkatkan. Guru-guru PPPK diharapkan dapat memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa, serta mampu menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Keputusan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengangkat guru honorer menjadi PPPK juga diapresiasi oleh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta pengakuan atas kontribusi mereka dalam mencerdaskan generasi muda.

Pemkab Bogor diharapkan terus melanjutkan langkah-langkah positif ini guna dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi guru-guru dalam melaksanakan tugas mereka.

“Dengan pengangkatan ini, diharapkan pula bahwa guru-guru PPPK akan semakin termotivasi dan bersemangat dalam mengajar. Mereka memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kompetensi dan keterampilan mereka agar dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Kesejahteraan guru-guru PPPK juga menjadi prioritas. Sehingga, mereka dapat fokus pada tugas-tugas pendidikan tanpa harus merasa khawatir akan kondisi finansial mereka”, tutupnya.

 

(M.Fazar Sutiono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *