KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Ungkit Sandiaga Uno Sebelum Pilgub DKI: Bukan Orang Terkenal

Diterbitkan Selasa, 25, April, 2023 by Korps Nusantara

Sekretaris Jendral Partai Gerakan Indonesia Raya H. Ahmad Muzani

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut pamitnya Sandiaga Uno dari Partai Gerindra lantaran godaan keinginan untuk mendapatkan posisi politik tertentu ketika popularitasnya saat ini telah dikenal luas oleh publik.

“Sepertinya dia tergoda oleh survei, tergoda oleh konten, hasrat dan keinginan politiknya saya tidak tahu apa yang menjadi harapan dan agendanya. Kemudian, dia berpamitan meninggalkan kita untuk loncat ke partai yang lain. Mungkin itu cara dia untuk mendapatkan posisi-posisi politik,” kata Muzani kepada wartawan di Banten, Senin (24/3/2023)

Dia menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki andil yang besar dalam menaikkan nama Sandiaga Uno dalam kancah perpolitikan nasional, di mana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu masuk sebagai kader Partai Gerindra pada 2014.

“Waktu itu, dia bukan orang yang terkenal. Beliau dikenal sebagai pengusaha, iya. Tapi, di bidang politik, tidak,” ucapnya dikutip Antara.

Termasuk, lanjut dia, ketika Sandiaga berajang dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta pada 2016 lalu.

“Kemudian Pak Prabowo lah yang menggadang-gadang dia sebagai calon Gubernur DKI Jakarta untuk bertanding sama Ahok. 2017, akhirnya beliau bersanding dengan Anies sebagai Wakil Gubernur atas perjuangan semua kader Gerindra dan rakyat Jakarta, serta rekomendasi Pak Prabowo,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo dan Sandiaga Uno saat menyaksikan babak final cabang renang nomor 50m gaya punggung putra Asian Games 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (20/8/2018)

Kemudian, ujarnya lagi, Prabowo Subianto lantas mendapuk Sandiaga Uno untuk menjadi calon wakil presiden yang berduet dengannya pada Pilpres 2019.

“Setelah itu, 2019 mendampingi Pak Prabowo tidak sampai terpilih, kemudian 1,5 tahun, dia terpilih sebagai Menparekraf sampai sekarang,” ucapnya.

Oleh karena itu, Muzani menilai bahwa posisi politik Sandiaga tersebut terbilang sangat cepat dibanding kader Partai Gerindra lainnya. Namun, dia menyayangkan keputusan Sandiaga untuk pamit dari partainya.

“Pak Prabowo katanya mentornya, Pak Prabowo katanya guru politiknya, Prabowo katanya pemimpinnya, Prabowo katanya seniornya,” imbuhnya.

Muzani bahkan menyebut bahwa sikap Sandiaga tersebut yang memilih loncat ke partai politik lain demi posisi tertentu bukan bentuk dan terima kasih atas pendampingan Gerindra selama ini.

“Ketika loncatan itu dimaksudkan untuk menggapai posisi-posisi baru karena di posisi yang lama dia tidak merasa seperti yang diharapkan tentu itu bukan bentuk syukur dan terima kasih yang ditunjukkan selama ini,” katanya.

Untuk itu, Muzani menyebut keputusan Sandiaga membelot dari Partai Gerindra dan berpindah ke partai politik lain sedianya bukan merupakan sikap yang patut untuk dicontoh oleh kader Partai  Gerindra lain.

“Tentu itu bukan sebuah kepatutan yang bisa dicontoh, itu bukan etik yang bisa diteladani,” ucap Muzani.

Sebelumnya, Minggu (23/4), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa ia telah berpamitan dari Gerindra dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.*(voi)

VIDEO REKOMENDASI:

https://youtu.be/nW0VjVLKj7w

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *