KORPS NUSANTARA

KORPS NUSANTARA

26 Jam Hilang, Nelayan Di Belu Ditemukan Tak Bernyawa

Diterbitkan Selasa, 21, Februari, 2023 by Korps Nusantara

Nelayan Di Belu Ditemukan Tak Bernyawa 

BELU, NTT – Na’as selama 26 jam menghilang, Nelayan atas bernama Paulus Oltat Meak Henuk (55) asal Dusun Fatuluka, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu berhasil ditemukan.

Korban ditemukan tak bernyawa oleh tim pencari gabungan, selasa 21/02/2023 siang sekitar pukul 11.10 wita waktu setempat.

Beginilah kronologis kejadiannya, Korban pergi malaut sejak 20/01/2023 pukul 09:00 pagi bersama kedua rekannya dengan menunggangi perahu yang berbeda dan rencana balik sekitar jam 12:00 Wita siang pada hari yang sama.

Hingga siang pukul 14:00 wita waktu setempat korban tak kunjung balik, sehingga istri korban (Telly Riwu) mencoba menghubungi no kontak suaminya (Korban) namun tak ada respon.

Merasa tak seperti biasanya, Telly Riwu (Istri korban) menyampaikan kepada keluarga besar untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Tepatnya pada pukul 20:30 pihaknya bersama keluarga langsung mendatangi mapolsek Kakuluk Mesak untuk melaporkan kejadian tersebut.

Atas kesigapan dan menindak lanjuti laporan pihak korban, Polsek Kakuluk Mesak bersama Pol Air Polres Belu melakukan Pencarian pada pukul 23:45 wita waktu setempat dengan menggunakan perahu nelayan,

Dalam pencarian tersebut, perahu Paulus Oltat Meak Henuk (Korban.red) dengan sejumlah peralatan lainnya milik korban berhasil ditemukan pada pukul 00:07 wita, sekitar 3,4 mil laut dari pantai tanjung berluli.

Selanjutnya, tepat pada pukul 01:15 tim pencari langsung menujuh ke darat dengan membawa sejumlah peralatan hasil temuan milik korban. Dan inilah hasil temuan dari tim pencarian yang langsung diserahkan kepada keluarga korban: 1 perahu viber warna biru-putih dengan no lambung 10 dan mesin tempel merek yamaha 15 pk, 1 buah ember warna hitam, 10 ekor ikan Hasil.Pancing, 1 buah Alat Pamancing, 1buah Topi Koboi warna coklat, Jaket, 1 unit Hp Xiaomi, cool Box warna kuning, 1 box gabus warna putih,1 buah Gancu, dan Botol aqua.

Pada keesokan harinya, selasa 21/02/2023 tepat pukul 08:00 wita, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kakuluk Mesak, BASARNAS Kupang, Pol Air Polres Belu, Angkatan Laut Atapupu dan Masyarakat (Nelayan sekitarnya) dengan menyisir arah atapupu menuju teluk gurita

Tepat pada pukul 11:20 wita waktu setempat, korban berhasil ditemukan di pesisir pantai Raikatar dengan terlihat tubuh korban tersangkut pada hutan bakau, sayangnya korban sudah tak bernyawa.

Kapolsek Kakuluk Mesak, IPTU Muhamad Nurdin Bin Tahir, saat dihubungi awak media, pihaknya membenarkan penemuan tersebut dan korban dalam keadaan meninggal dunia.

” Benar korban sudah kita temukan siang tadi sekitar pukul 11:20 wita dan korban tersangkut hutan bakau sekitaran pesisir pantai raikatar dan dalam keadaan sudah meninggal dunia.” jelasnya kepada Nkripost 21/02/23 siang.

Saat itupun, lanjut Nurdin, korban langsung di bawa ke puskesmas untuk kepentingan hasil pemeriksaan medis.

Jelas Nurdin, Saat di temukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang.dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh Puskesmas Kakuluk Mesak ditemukan sejumlah luka dan goresan pada tubuh korban.

” keterangan medis dari Puskesmas luka dan goresan itu adalah terkena dari ranting bakau”. Ujarnya.

Namun, Lanjut Nurdin, atas saran dokter korban sudah dibawa ke RSUD Mgr.Gabriel Manek,SVD Atambua untuk pemeriksaan lanjutan.tutupnya.*(Mario).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *